"Jika umurmu tak sepanjang umur dunia, maka sambunglah dengan pena.."(Pramoedya Ananta Toer)
Sabtu, 08 Januari 2011
'Hanya Untuk Orang Miskin' (bagian terakhir trilogi 'Orang Miskin')
Kamis, 06 Januari 2011
'Orang Miskin Dilarang Sakit' (bagian kedua dari trilogi 'Orang Miskin')
Beberapa di antaranya kisah pasangan Krispinaldi dan Roida Panjaitan dari Medan, yang harus kehilangan kedua anak mereka Daniel dan Rebbeca karena deman berdarah. Keduanya dirawat di sebuah rumah sakit setempat, namun setelah beberapa hari Daniel meninggal. Meski masih selamat namun Rebecca yang selama 19 hari tidak mendapat kemajuan akhirnya dibawa ke rumah sakit lain. Ternyata rumah sakit ini mensyaratkan pasien harus membayar sejumlah uang untuk mendapat pertolongan medis. Pada saat biaya itu sedang diusahakan, nyawa Rebecca tidak tertolong lagi.
Senin, 03 Januari 2011
'Orang Miskin Dilarang Sekolah'
Rabu, 15 Desember 2010
Menjadi Ibu Sebenarnya Tidak Enak
Benarkah? Kalau dalam hidup ini hanya ada logika memang ya.
Mari kita tengok tugas para baby sitter,
pengasuh, pembantu rumah tangga atau buruh cuci sekalipun. Tugas mereka tidak
jauh dari menggantikan tugas-tugas para ibu. Mengasuh dan menjaga bayi berikut
segala keperluannya, merawat rumah dan
isinya, belanja, memasak dan banyak tugas lainnya. Meski jaman sekarang sudah
banyak perangkat modern untuk meringankan tugas rumah tangga, tetap saja semua
memerlukan sentuhan tangan seorang ibu.
Senin, 13 Desember 2010
Pernahkah Anda Mengantuk Saat Menyetir? Saya Sering
Persoalan mengantuk sudah menjadi kebiasaanku semenjak kuliah. Kebiasaan atau penyakit? Tepatnya apa? Ada yang bilang karena kurang nutrisi. Terutama vitamin dan mineral. Tetapi meski makan sudah teratur dan berusaha mencukupi nutrisi tetap saja mengantuk. Puncak rasa kantuk ini biasanya saat pertengahan kuliah pagi atau siang. Berdua dengan teman perempuan (kami berdua saja perempuan di kelas ini) menggunakan berbagai macam cara mengatasi kantuk yang semakin menjadi. Biasanya mengoleskan kayu putih sekitar mata. Hasilnya, mata langsung melek seketika karena pedas. Tapi sesudahnya, ngantuk lagi. Lalu kami akan saling mencubit tangan. Jadilah kami menahan dua rasa, yaitu kantuk dan sakit. Lalu tetap mengantuk lagi. Hasilnya, catatan2 kami tak lagi berbentuk tulisan, tapi lebih mirip lukisan. Untungnya dosen tak pernah memarahi mahasiswanya yang mengantuk seperti ini asalkan tak keterlaluan seperti tidur pulas dengan kepala terkulai di meja.
Sabtu, 11 Desember 2010
Inspirasi dari Pak Mario Teguh
Beberapa waktu yang lalu aku harus dirawat di rumah sakit, untuk yang kesekian kali. Tentu tidak ada yang menunggu, karena suami harus menjaga anak2 di rumah. Kesepian sudah pasti. Membayangkan celoteh anak2 yang setiap hari bersamaku, membuat rasa sedih semakin bertambah. Meski kamar yang kutempati luas, lapang, nyaman tapi hatiku tidak tenang. Terutama jika memikirkan anak2. “Nggak papa, kalau nggak dirawat begini mana mungkin bisa istirahat total”, begitu kata suamiku menghibur lewat sms. Benar juga. Selama beberapa hari aku berusaha menghibur diri, meski hanya ditemani TV, koran, HP dan suster2 yang ramah. Koran pagi dan sore semua habis kulahap, dan acara TV favorit yang hampir tak pernah kutonton dapat kuikuti dengan tuntas. Ada satu acara yaitu Mario Teguh Golden Ways di Metro TV, acara ini kusukai tapi yang kuikuti hanya 2 atau 3 kali saja.
Selasa, 16 November 2010
Televisi
Saya tak hendak mengkritik acara TV, atau pun memojokkan produk pertelevisian. Karena saya ingin bercerita tentang pesawat TV di rumah kami. Meski tidak bisa dibilang tua tapi TV ini sudah menemani kami selama hampir sebelas tahun. Tentu tidak dapat lagi bersaing dengan pesawat TV jaman sekarang karena keluaran waktu itu masih kuno dengan model tabungnya yang besar. Meski hanya berukuran 14 inchi bagi kami sudah cukup besar, tentu bukan hanya karena ruangan rumah kami kecil, tapi juga sayang buat apa besar2 kalau ujung2nya membuat mata jadi sakit.
Tak dapat dipungkiri kalau dulu memang TV ini hiburan yang sangat memikat karena sebelum memiliki anak2 kami tidak memiliki banyak bacaan, surat kabar, majalah apalagi buku. Setelah anak pertama kami lahir dan mulai mengerti tontonan kami sering memilihkan film lucu2 seperti Teletubbies yang sangat digemari pada jamannya.
Langganan:
Postingan (Atom)