Minggu, 15 Januari 2012

Make Your Own Meatball !!



Beberapa minggu ini pasca sakit, kok pengen makan yang seger, salah satunya bakso, tapi belum tega memasukkan jajanan itu ke perut .. Solusinya bikin bakso sendiri.. Di kulkas masih ada daging giling, biasanya saya bikin tahu bakso dan bakso sendiri. Saya bikin banyak sekalian bisa buat campuran masak. Kemarin sore terlaksanalah keinginan makan bakso, bikinan sendiri, dengan sayuran, mie, tahu, kuah bakso dan tentu saja bakso, lengkap dg seledri & bawang goreng.. Makan jadi lebih bergairah…

Kamis, 12 Januari 2012

Seragam


Begini ini kalau anak di sekolahkan di sekolah yang nggak pakai seragam. Pakai baju bebas setiap hari, dari Senin sampai Jumat. Bebas tapi harus tetap sopan dan beraturan. Yang laki-laki wajib bercelana panjang, baju/kaos yang berlengan. Yang perempuan berbaju muslimah menutup aurat. Boleh kaos, kemeja, celana panjang, rok  atau yang lain. Kalaupun ada seragam itu untuk kunjungan dan kaos outbond.

Nah, lucunya lagi, buku-buku memang jarang dibawa pulang setiap hari. Ada buku catatan, tapi ditinggal di sekolah. Ada juga buku untuk belajar di rumah, jarang dibawa ke sekolah. Kalaupun ada PR, bentuknya lembar tugas, yang dikerjakan di kertas itu pula. Jadinya tas sekolah mas Ahnaf jarang terisi buku. Justru karena setiap hari dia membawa bekal makan siang, maka daftar wajib barang bawaannya adalah, makan siang dan air minum. Wajib itu. Kalau nggak, bisa kelaparan berat dia di sekolah.

Sabtu, 31 Desember 2011

Hidayah Itu Datang Di Tempat Yang Dilarang Berjilbab!!

Setelah membaca resensi antologi uni Dian Onasis yg berjudul ‘Dan Aku Pun Berjilbab’, tiba-tiba saya teringat pengalaman saat pertama kali berjilbab, awal tahun 1996.
Tahun 1995 setelah lulus SMA, saya diterima di sebuah Perguruan Tinggi Kedinasan, setelah melewati seleksi yang cukup ketat;  tes tulis, kesamaptaan, wawancara dan kesehatan. Saat itu saya boleh bangga dapat lolos dari ribuan peserta dari seluruh tanah air untuk menduduki sekitar 160 bangku kuliah yang disediakan. Tujuan utama saya waktu itu adalah karena bebasnya biaya kuliah. Bahkan beberapa fasilitas lainnya seperti uang saku, perlengkapan kuliah, makan siang, dll. Bahkan setelah lulus pun ada jaminan penempatan kerja dalam grup perusahaan.

Sabtu, 17 Desember 2011

Make Your Own Yoghurt !!




Kedua kembar saya (seperti halnya saya) kurang suka susu, tetapi memerlukan kalsium. Terutama Ilyas. Di usianya yang ke-4 ini gigi seri depannya mulai keropos, gigis kata orang jawa. Dokter mensinyalir saat di kandungan dulu asupan kalsium buat keduanya kurang berimbang. Tidak ada yang bisa dilakukan selain mempersiapkan calon gigi permanen yang akan tumbuh nanti dengan asupan kalsium yang memadai. Karena semakin hari mereka tidak menyukai susu, saya akali dengan beberapa olahan susu semisal keju & yogurt. Ini mereka lebih suka. Kalo susu sebanyak 50 ml saja mereka tak habis seorang, tapi 100-200 ml yogurt mereka bisa habis, apalagi jika disajikan dengan buah/madu/selai kesukaan.

Rabu, 07 Desember 2011

Keikhlasan Seorang Guru

Akhir2 ini perhatian saya banyak tertuju pada persiapan UASBN anak saya. Sebenarnya saya tidak ingin menjadikan beban buatnya yang kini duduk di bangku kelas 6. Tetapi mau tidak mau meski UASBN tidaklah boleh menjadi hal yang ditakuti siswa, namun tetap harus dipersiapkan dengan matang. Apa pasal?

Pertama, saya harus bisa bahu membahu dengan pihak sekolah untuk membantu anak saya menghadapinya, artinya di rumah pun tetap harus diajari.


Kedua, di saat seperti ini banyak teman2nya yang mengikuti bimbingan belajar di luar jam sekolah. Di Serang saat ini lembaga bimbel menjamur dimana2. Namun ketika ditawari anak saya tidak mau mengikuti satu bimbel pun. “Nggak mau, maunya belajar sama Ibu saja,” katanya. Artinya saya harus telaten dan memperkuat kesabaran mengajarinya di rumah setiap hari.

Rabu, 23 November 2011

How Embarrassing!! (partII: Menjelang Wisuda)


Kampus telah sepi. Gladi resik juga sudah usai sejak tadi. Hanya tinggal rekan-rekanku satu rombongan angkatan XV-Merak. Sedang yang lainnya membubarkan diri menuju tempat masing-masing. Usai makan siang dan sholat rencananya rombongan kami akan bertolak ke Serang dan Cilegon, di mana lima tahun terakhir ini kami ditempatkan bekerja. 

Mumpung masih ada waktu, aku dan Hastha, rekan perempuanku satu-satunya hendak ke toilet dulu sebelum perjalanan jauh. Ternyata semua toilet sudah dikunci. Kata salah seorang staf masih ada yang dibuka. “Di gedung baru Mbak, paling ujung dekat ruang Direktur,” katanya. Halah, jauhnya.. Di lantai dua lagi. Ya sudah, daripada kebelet di jalan.. Sambil cekikak cekikik berdua kami meluncur ke toilet tujuan. 

Sepi.. Dan dari tiga toilet hanya satu yang buka. “Hastha duluan aja,” kataku. Kupikir aku masih bisa nahan. Hastha selesai, giliranku. Aku masuk, menunaikan hajatku. Selesai, benah-benah, beres. Kubuka pintu, terkunci. Deg!! Kok terkunci sih. Kubuka lebih keras, masih terkunci. Aneh, biasanya kan toilet bisa dibuka dan dikunci dari dalam saja. Tadi waktu Hastha masih bisa. Kupanggil Hastha. Tiada sahutan. Lho kemana Hastha ini, mosok aku ditinggal sendiri. Sedikit panik kucoba lagi membuka pintu pelan-pelan, biasanya dengan sedikit perasaan hal-hal seperti ini berhasil.

Tirai2 Jahitanku..




Tirai2 ini kalau memesan di tukang tirai mahal harganya.. Dengan sedikit sentuhan, tirai jahitan sendiri jadi sedikit antik & tentu saja lebih puas..