Ciujung banjir lagi, entah yang kesekian kali. Air yang meluap dari sungai Ciujung ini menggenangi desa2 yang ada di bantaran kali, menenggelamkan sawah, rumah dan akhirnya jalan tol yang menghubungkan Jakarta-Merak. Jika sudah sampai ke jalan tol berarti rumah2 penduduk sudah tenggelam. Akhirnya mereka mengungsi ke pinggiran jalan tol yang tak tergenang air.
Sungai Ciujung yang berhulu di Kanekes, tempat orang Baduy bermukim, dulunya adalah hutan yang berfungsi sebagai resapan air. Konon orang2 Baduy sendiri pernah memperingatkan, jika hutan2 di Kanekes ditebangi, maka orang2 di Pandenglang, Serang dan sekitarnya akan merasakan banjir kiriman. Pada akhirnya memang banjir menjadi langganan, dan yang harus menderita adalah masyarakat di bantaran sungai Ciujung, mereka hanyalah korban akibat kaum yang serakah.

