Selasa, 21 Mei 2013

Candi Jabung



Entah kenapa setelah 25 tahun lebih, saya akhirnya kembali lagi ke tempat ini. Dalam ingatan saya yang ketika itu masih bocah, tempat ini biasa saja. Seperti halnya tempat-tempat wisata pada umumnya. Datang, main-main, makan. Itu saja. Namun kini berbeda. Sebuah candi, yang merupakan peninggalan sejarah masa lampau, tentu menyimpan cerita tersendiri. Bagi saya tak hanya itu. Karena sekaligus mengingatkan pada masa kecil saya, masa lalu saya, sejarah saya.

Ketika mencari jalan masuk menuju kawasan candi, kami sempat kebingungan. Bukan saja papan penunjuk arah yang tak terbaca karena kecil, namun di kiri kanan jalan telah muncul beberapa rumah. Jalanan yang dulu terlihat lapang, kini terasa sempit. Padahal sebenarnya sama saja, bahkan kini jalannya lebih halus karena telah diaspal.

Senin, 20 Mei 2013

Warung Makan 'Den Bei'



Beberapa tahun terakhir, saat menengok orangtua di Jawa Timur, kami sekeluarga selalu menyempatkan mampir di warung makan ‘Den Bei’. Letaknya di tengah perjalanan, tepatnya di jalan raya Kembang Ringgit, Mojosari, Mojokerto. Karena terbiasa perjalanan dengan anak-anak, kami lebih menyukai perjalanan siang. Suasananya lebih ceria, badan lebih segar dan fit. Saat makan siang tiba, kami biasanya melewati daerah Mojosari. Berawal dari ketidaksengajaan, kami menemukan warung ‘nyempil’ di tengah sawah, kelihatan unik dengan gapura model Majapahit.

Jumat, 05 April 2013

Membuat Rumah dan Buku

Lanjut lagi, tentang tweenies. Memang tepatnya mereka lebih mudah bereksplorasi jika diberi ruang & waktu tersendiri. Kadang menurut saya minat mereka di bagian A, misalnya. Mereka malah memilih B. Contoh, beberapa waktu yang lalu, saya berniat mengajak mereka berkreasi dengan cangkang telur. Mulailah saya mengumpulkan cangkang, tiap habis goreng telur, cangkangnya saya cuci terus dikeringkan. Pas hari H, saya ajak mereka, "Yuk kita bikin-bikin dari cangkang telur.." Pertama mereka senang melukisi cangkang itu, lama kelamaan bosen, saya ajak menempel gambar dengan cangkang yang sudah dipecah kecil-kecil. Saya contohkan kreasi buatan saya. Tapii, sepertinya mereka nggak tertarik. Malah mereka senang main-mainin lemnya aja.. Ya udah lah nak.. Tak apa..

Membuat Mobil Polisi

Tanpa saya ketahui, beberapa yang waktu lalu, Ilyas dan Idris 'berkunjung' ke gudang. Mereka menemukan kardus bekas besar, entah bekas apa saya lupa. Diseretnya kardus itu berdua saja.
"Mau ngapain?" tanya saya.
"Buat dibikin-bikin Bu.." kata mereka.
Hmm alamat nih nggak jadi tidur siang, batin saya.
"Nggak dulu deh, sekarang kan waktunya bobok dulu, bikinnya nanti aja.." sahut saya.
"Yaa kan, nggak mau!" kata Idris.
"Trus bikinnya apa Bu?(maksudnya bikinnya kapan Bu).." Ilyas tak mau kalah
"Adik kan capek, dari tadi bikin-bikin terus. Nanti aja bikinnya habis bobok.." bujuk saya.
Dengan segala upaya akhirnya bujukan saya mengena. Dan mereka sukses tidur siang. Tapi pas bangun, tumben mereka lupa. Ya udah saya biarkan saja.

Rabu, 27 Maret 2013

Belajar Amanah



Kemarin siang, kami berempat belanja bulanan di supermarket. Saya, suami, Idris dan Ilyas, mumpung suami belum berangkat kerja. Usai memilih-milih barang, seperti biasa kami ke kasir untuk menghitung dan membayar total belanjaan. Sambil menunggu si mbak kasir menghitung dan mengemas barang, suami mau beli makanan dulu, si kembar ikut. Tinggallah saya berdua dengan mbak kasir. Setelah semua beres, ternyata suami belum selesai, tumben agak lama. Dari pada kelamaan saya pikir mau ambil barang belanjaan yang harus diambil di tempat informasi. Letaknya di ujung dan berseberangan arah kami keluar supermarket. Karena troli terasa berat, saya titipkan dulu pada si mbak. 

Jumat, 22 Maret 2013

Kado Ulang Tahun Untuk Putraku



Beberapa bulan yang lalu, putra pertama kami Ahnaf berulang tahun. Sebenarnya ulang tahun adalah hal biasa. Seperti ulang tahun-ulang tahun sebelumnya. Biasanya kami hanya makan bersama, masak bersama atau membuat kue bersama. Paling banter ya bagi-bagi tetangga. Yang utama bagi kami adalah berdoa bersama.  Kami tak pernah merayakan ulang tahun. Bukan apa-apa, karena tak biasa. Maka kepada anak-anak kami menularkan apa yang tak biasa ini..

Selasa, 05 Maret 2013

Mengapa Saya Membiarkan Idris & Ilyas Mogok Sekolah?




Dua bulan sudah Idris & Ilyas (5y4m) mangkir ke sekolah. Tepatnya sejak semester kedua dimulai. Bahkan Idris hanya masuk selama 3 hari dalam dua bulan ini. Kalau ditanya kenapa? Pokoknya nggak mau sekolah. Jawaban yang sungguh cerdas, menurut saya. Karena justru ketika kita menanyakan alasan itu berulang kali, akan makin menambah banyak alasan bagi mereka berdua.  Yang capek lah, yang takut lah, dan lainnya. Padahal, ketika mereka nggak mau, ya berarti memang nggak mau. Saya tak boleh meraba-raba jawabannya agar sesuai dengan perkiraan kita. Saya mencoba menghargai pilihan mereka.