Suatu ketika saat masih bekerja, teman sekantor iseng menuliskan beberapa nama pada secarik kertas. Saya pikir itu daftar nama undangan atau apa karena jumlahnya sekitar belasan, itu pun masih hendak ditambahkan beberapa lagi. Ketika saya tanya itu daftar apa, dijawabnya, “Ini daftar pembantu saya dua bulan terakhir ini, yang gonta ganti terus…” Kaget dan heran sudah pasti. Tapi melihat ekspresi wajahnya yang lesu tak berdaya saya jadi kasihan padanya. Bagaimana tidak, sebagai seorang ibu bekerja dari pagi (06.30 kami sudah harus berangkat karena jarak ke tempat kerja cukup jauh) hingga petang (18.00 mungkin baru sampai) ini adalah persoalan besar.
Urusan rumah tangga salah satunya adalah mengurus anak, bisa jadi bukan masalah besar seandainya seorang ibu dapat melakukannya sendiri. Tidak sedikit dari mereka jatuh bangun menghadapi persoalan pembantu rumah tangga atau pengasuh anak bahkan babysitter. Meski tidak sedikit pula yang berhasil nyaris tanpa hambatan hingga bertahun-tahun.